Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

HEMATOLOGI I : Pembekuan Darah dan Antikoagulansia

Gambar
 Hematologi adalah bidang kesehatan yang belajar tentang darah dan gangguan darah yang terjadi titik beberapa penyakit yang dibatasi oleh penyakit kedokteran termasuk anemia, pembekuan darah, penyakit infeksi, hemofilia, dan leukemia. Sistem hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi, termasuk sumsum tulang dan nodus limfa. ada banyak jenis pemeriksaan hematologi yang dapat dilakukan titik salah satunya yaitu pemeriksaan darah lengkap titik tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kondisi darah secara keseluruhan dan membantu diagnosis anemia, penyakit peradangan, memantau kehilangan darah, infeksi, bahkan mendeteksi kanker. Pembekuan Darah : Mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan dinamakan hemostasis. proses pembekuan darah atau koagulasi adalah proses kompleks, di mana darah membentuk gumpalan guna menutup dan memulihkan luka serta menghentikan pendarahan. Adapun unsur yang berperan dalam pembekuan darah yaitu trombosit dan faktor koagulasi. Selain dari ...

ANTIHISTAMIN II : Turunan Propilamin dan Turunan Fenotiazin

 Antihistamin merupakan inhibitor kompetitif terhadap histamin. Antihistamin dan histamin berlomba menempati reseptor yang sama. blokade reseptor oleh antagonis h1 menghambat terikatnya histamin pada reseptor sehingga menghambat dampak akibat histamin misalnya kontraksi otot polos, peningkatan permeabilitas pembuluh darah dan vasodilatasi pembuluh darah.  Turunan Propilamin Antihistamin golongan ini merupakan antagonis H1 yang paling aktif. golongan ini cenderung tidak membuat kantuk tetapi beberapa pasien mengalami efek samping kantuk ini. pada anggota yang tidak jenuh sistem ikatan rangkap dua aromatik yang koplanar merupakan faktor penting untuk aktivitas antihistamin. Turunan tersubstitusi halogen dapat diputuskan dengan kristalisasi dari garam yang dibentuk dengan d-asam tartrat. Dosis dari CTM : anak-anak usia 2-5 tahun dengan dosis 1 mg tiap 4-6 jam, batas maksimal dosis per hari adalah 6 mg. anak-anak usia enam-11 tahun dengan dosis 2 mg tiap 4-6, jam batas maksimal do...

ANTIHISTAMIN I : Turunan Etilendiamin dan Turunan Kolamin

  Antihistamin adalah zat yang mampu mengurangi atau bahkan menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan cara memblok reseptor- reseptor histamin. Antihistamin merupakan kelompok obat-obatan yang seringkali dimanfaatkan dalam pengobatan reaksi alergi, seperti rinitis alergi, reaksi alergi akibat sengatan serangga, reaksi alergi makanan, urtikaria atau biduran. Mekanisme kerja dari antihistamin ini yaitu dengan cara memblokir zat histamin yang dihasilkan oleh tubuh. Zat histamin ini memiliki fungsi melawan virus atau bakteri yang akan masuk ke tubuh. pada saat histamin melakukan perlawanan, tubuh akan mengalami peradangan. Sehingga akan terjadi alergi dan akan menyebabkan kinerja histamin menjadi kacau jika zat kimia ini tidak lagi bisa membedakan objek yang berbahaya dan objek yang tidak berbahaya bagi tubuh, misalnya debu, makanan, ataupun bulu binatang. Akibatnya, tubuh tetap mengalami reaksi alergi ketika objek tidak berbahaya itu masuk ke tubuh yang berupa peradangan. Bebe...