ARTHRITIS RHEUMATOID

 Definisi Arthritis Rheumatoid adalah gangguan inflamasi kronis yang mempengaruhi banyak sendi, termasuk di tangan di kaki. Pada radang sendi, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri, termasuk sendi. Dalam kasus yang parah, penyakit ini menyerang organ internal. Rheumatoid arthritis mempengaruhi lapisan sendi, menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Dalam jangka waktu yang lama, peradangan yang terkait dengan rheumatoid arthritis dapat menyebabkan erosi tulang dan deformitas sendi. Contoh obat antirematik yaitu methotrexate, leflunomide, hydroxychloroquine etanercept, infliximab. Conyoh obat antiinflamasi non steroid yaitu meloxicam, diclofenac, dan ibuprofen. Contoh obat kortikosteroid yaitu prednisone dan methylprednisolone.

Dosis :

Dosis dewasa pada kasus rheumatoid arthritis adalah:

Dosis awal: 7,5 mg, per oral, diminum 1 kali seminggu, disesuaikan dengan respon terhadap pengobatan. Maksimal 20 mg per minggu

Atau 2,5 mg / 12 jam, 3 kali per minggu

Farmakodinamik obat untuk antirematik methorexat :

Methotrexate atau metotreksat secara farmakologi merupakan obat penghambat enzim dihidrofolat reductase, yang berfungsi mengubah asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat. Pada akhirnya obat ini dapat mengganggu pertumbuhan sel ganas tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan normal.

Farmakodinamik methotrexate adalah menghambat enzim dihidrofolat reductase, dimana enzim ini berfungsi untuk merubah asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang digunakan sebagai pembawa gugus satu karbon sintesis nukleotida purin dan timidilat pada proses sintesis, perbaikan, dan replikasi sel DNA. Oleh karena itu, methotrexate memiliki efek antimetabolit yang sensitif pada sel-sel yang aktif berproliferasi, misalnya pada sel keganasan, sel sumsum tulang, sel janin, sel mukosa bukal dan usus, serta sel kandung kemih. Saat proliferasi sel keganasan dalam jaringan lebih besar daripada di jaringan normal, methotrexate dapat mengganggu pertumbuhan sel ganas tersebut tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan norma.

Farmakokinetik :

Methotrexate diabsorpsi tergantung pada dosis yang diberikan, secara umum diserap baik di saluran pencernaan dengan bioavailabilitas rata-rata sekitar 60%. Methotrexate dimetabolisme sebagian besar di hepar dan intraseluler, dan diekskresikan melalui ginjal

Distribusi

Methotrexate setelah pemberian intravena, volume awal yang didistribusikan sekitar 0,18 L/kg (18% dari berat badan). Kemudian, volume tetap distribusi methotrexate adalah sekitar 0,4 hingga 0,8 L/kg (40-80% dari berat badan). Pada konsentrasi serum yang lebih besar dari 100 mikromolar, difusi pasif menjadi jalur utama untuk mencapai konsentrasi intraseluler yang efektif. Methotrexate dalam serum terikat pada protein sekitar 50%, dan dapat digeser oleh berbagai senyawa lain termasuk sulfonamida, salisilat, tetrasiklin, kloramfenikol, dan fenitoin. Metotreksat tidak menembus sawar darah serebrospinal dalam jumlah terapeutik ketika diberikan secara oral atau parenteral. Konsentrasi obat CSF yang tinggi dapat dicapai oleh pemberian secara intratekal.

Metabolisme :

Metabolisme methotrexate terjadi di hepar dan intraseluler, diubah menjadi bentuk poliglutamat yang dapat dikonversi kembali menjadi metotreksat oleh enzim hidrolase. Methotrexate poliglutamat dalam jumlah kecil akan menetap di dalam jaringan pada waktu lama, dan berbeda di tiap jaringan. Hal Itu menyebabkan drug of action dan retensi obat bervariasi pada tiap sel, jaringan, dan jenis tumor. Metotreksat per oral sebagian dimetabolisme oleh flora usus.

Waktu Paruh :

Waktu paruh methotrexate adalah 3-10 jam pada pengobatan psoriasis, rheumatoid arthritis, atau antineoplastik dosis rendah <30 mg/m2. Sedangkan pada pemberian metotreksat dosis tinggi, waktu paruh dapat mencapai 8-15 jam

Ekskresi :

Ekskresi methotrexate terutama melalui ginjal. Pada pemberian intravena, 80-90% dari dosis obat tanpa metabolisme akan diekskresikan dalam waktu 24 jam. Sedangkan ekskresi melalui empedu hanya <10% dari dosis.

Daftar Pustaka :

Fauzi, A. 2019. Rheumatoid Arthritis. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung. Vol. 3 (1) : 167-175.

Arnett FC, Edworthy SM, Bloch DA, et al. 1988. The American Rheumatism Association 1987 revised criteria for the classification of rheumatoid arthritis. Arthiritis and Rheumatism. Vol. 31(3) : 315-24

Permasalahan :

  1. Mengapa metharexate sangat kecil dengan angkan <10% dari dosis di eksresikan di empedu?
  2. Dalam kondisi yang bagaimana waktu paruh methorexat mencapai 15 jam?
  3. Bagaimana pengaruhnya terhadap absorpsi obat methorexat pada kondisi pasien lanjut usia?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEMATOLOGI II : Fibrinolisis dan Antifibrinolitika

ANTIHISTAMIN II : Turunan Propilamin dan Turunan Fenotiazin